Desa Bukit Batu Bangun Jembatan Cor Beton
untuk Lancarkan Akses dan Perekonomian Warga
Air Sugihan, OKI — Pemerintah Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, berhasil merealisasikan pembangunan Jembatan Cor Beton sepanjang 28 meter dan lebar 2,5 meter pada tahun anggaran 2023. Pembangunan ini menjadi salah satu praktik baik dalam pemanfaatan Dana Desa melalui program Padat Karya Tunai Desa (PKTD), dengan total anggaran sebesar Rp 217.488.000.
Kegiatan ini bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Bukit Batu.
Perencanaan: Muncul dari Kebutuhan dan Aspirasi Masyarakat
Pembangunan Jembatan Cor Beton ini bermula dari hasil
Musyawarah Desa (Musdes) yang dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, di antaranya perangkat desa, BPD, kader, perwakilan kecamatan, dan
Pendamping Lokal Desa, Suratman.
Dalam musyawarah tersebut, masyarakat menyampaikan keluhan terkait kondisi jembatan lama yang sudah rusak dan membahayakan pengguna, terutama pada musim hujan dan pasang air sungai. Jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga untuk aktivitas harian, seperti membawa hasil pertanian dan mengantarkan anak-anak ke sekolah.
Pendamping desa memberikan saran agar pemerintah desa membangun jembatan cor beton yang lebih kuat dan layak untuk menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Usulan tersebut kemudian dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2023 sebagai salah satu prioritas pembangunan.
Penganggaran: Dana Desa untuk Infrastruktur dan Padat Karya
Setelah melalui tahap perencanaan dan survei awal (Survey 0%), ditetapkan bahwa jembatan yang akan dibangun memiliki
panjang 28 meter dan lebar 2,5 meter, dengan perkiraan biaya sebesar
Rp 217.488.000, yang bersumber dari
Dana Desa Tahun 2023.
Pemerintah Desa Bukit Batu menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan akan menggunakan prinsip Padat Karya Tunai Desa (PKTD) — yaitu mempekerjakan masyarakat setempat agar pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur fisik, tetapi juga memberi manfaat ekonomi langsung kepada warga melalui upah kerja harian.
Pelaksanaan: Gotong Royong Wujudkan Pembangunan yang Bermakna
Pelaksanaan pembangunan dimulai pada
Agustus 2023 dan memakan waktu lebih dari satu bulan. Proses pembangunan sempat menantang karena harus menyesuaikan dengan kondisi pasang surut air sungai yang berpengaruh besar terhadap pengecoran pondasi jembatan.
Namun, berkat kerja keras dan semangat gotong royong warga, pembangunan akhirnya berjalan lancar.
Tahapan pembangunan meliputi pembuatan pondasi, pemasangan tiang penyangga, pengecoran lantai, hingga proses finishing. Setelah selesai, jembatan sempat ditutup selama 20 hari untuk memastikan beton benar-benar mengeras dengan sempurna.
Setelah dibuka kembali, jembatan ini kini menjadi jalur utama bagi warga desa yang menghubungkan area pemukiman, kebun, dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemanfaatan: Akses Lancar, Ekonomi Warga Meningkat
Sebelum adanya pembangunan ini, jembatan lama hanya dapat dilalui pejalan kaki dan sepeda motor. Kini, dengan struktur yang lebih kuat dan lebar,
kendaraan roda empat sudah dapat melintas dengan aman dan nyaman.
Hal ini membawa dampak positif yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama dalam hal distribusi hasil pertanian dan kebutuhan logistik sehari-hari.
Selain manfaat ekonomi, program ini juga memberikan penghasilan tambahan bagi warga yang terlibat dalam pembangunan. Semangat gotong royong yang tumbuh selama proses pembangunan memperkuat solidaritas sosial antarwarga, yang menjadi modal sosial penting bagi pembangunan desa berkelanjutan.
Sambutan Kepala Desa Bukit Batu
Kepala Desa Bukit Batu, Rumidah, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pembangunan jembatan ini.
“Kami bersyukur atas terlaksananya pembangunan Jembatan Cor Beton ini. Selama ini akses warga terbatas karena kondisi jembatan lama yang rusak. Kini, masyarakat bisa melintas dengan aman, membawa hasil panen, dan beraktivitas tanpa khawatir. Kami juga bangga karena pembangunan ini melibatkan masyarakat langsung, sesuai semangat Padat Karya Tunai Desa,” ujar Rumidah.
Beliau menambahkan bahwa Pemerintah Desa Bukit Batu akan terus berkomitmen untuk memanfaatkan Dana Desa secara tepat sasaran — tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian desa.
Penutup
Pembangunan Jembatan Cor Beton Desa Bukit Batu menjadi contoh nyata bagaimana perencanaan yang partisipatif, pengelolaan Dana Desa yang transparan, dan pelibatan masyarakat dapat menghasilkan pembangunan yang berdampak luas.
Kini, masyarakat Bukit Batu dapat menikmati akses transportasi yang lebih baik, mobilitas yang lancar, serta meningkatnya produktivitas ekonomi.
Praktik baik ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan Dana Desa demi tercapainya desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.
No comments:
Post a Comment