Desa Nusakerta Wujudkan Pendidikan Religi Lebih Nyaman
Melalui Pembangunan Gedung TPA
Air Sugihan, OKI – Pemerintah Desa Nusakerta, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan kualitas pendidikan masyarakat, khususnya pendidikan keagamaan. Pada tahun anggaran 2024, Desa Nusakerta berhasil melaksanakan pembangunan Gedung Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) melalui program Padat Karya Tunai Desa (Non-PKTD) dengan total anggaran sebesar Rp 149.536.000 yang bersumber dari Dana Desa.
Perencanaan: Dari Musyawarah Desa Hingga Rencana Pembangunan
Kegiatan ini berawal dari hasil Musyawarah Desa (Musdes) yang dihadiri oleh berbagai unsur, antara lain pemerintah desa, BPD, perwakilan kecamatan, kader, tokoh masyarakat, serta Tenaga Pendamping Profesional (TPP). Dalam forum tersebut, disepakati bahwa bangunan TPA yang lama sudah tidak mampu menampung jumlah santri yang semakin meningkat. Gedung sebelumnya berukuran kecil sehingga tidak memadai untuk kegiatan belajar mengajar.Melalui musyawarah yang terbuka dan partisipatif, Pemerintah Desa Nusakerta bersama Pendamping Lokal Desa, Haryono, memberikan masukan agar dilakukan penambahan lokal bangunan Gedung TPA. Selain untuk meningkatkan kenyamanan santri, kegiatan ini juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat desa.
Penganggaran: Dana Desa untuk Pendidikan dan Pemberdayaan
Berdasarkan hasil keputusan Musdes, kegiatan ini masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2024. Setelah dilakukan survei awal atau Survey 0%, ditetapkan ukuran bangunan tambahan dengan panjang 9 meter dan lebar 7,5 meter, dengan estimasi biaya sebesar Rp 149.536.000. Dana tersebut seluruhnya bersumber dari Dana Desa, tanpa adanya kontribusi dari pihak luar.Selain fokus pada pembangunan fisik, pemerintah desa juga menegaskan pentingnya asas manfaat ganda dalam penggunaan anggaran. Melalui pelaksanaan yang berbasis Padat Karya Tunai, proyek ini memberikan peluang kerja bagi masyarakat setempat, sehingga mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku pembangunan desa itu sendiri.
Pelaksanaan: Gotong Royong dan Pemberdayaan Warga
Pembangunan Gedung TPA ini dimulai pada bulan Agustus 2024 dan berlangsung selama lebih dari satu bulan. Seluruh proses pembangunan dilakukan oleh masyarakat Desa Nusakerta di bawah pengawasan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), serta didampingi oleh perangkat desa dan pendamping lokal.Tahapan pembangunan diawali dengan penggalian dan pembuatan pondasi tapak, dilanjutkan dengan pemasangan batu bata, perakitan besi, pembuatan dinding, dan akhirnya pemasangan atap serta penyelesaian akhir. Semangat gotong royong terlihat jelas selama proses berlangsung, mencerminkan nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.
Hasilnya, gedung TPA kini memiliki tambahan ruang belajar baru yang lebih luas dan nyaman. Fasilitas ini diharapkan mampu menampung lebih banyak santri, khususnya dari Dusun 2 Desa Nusakerta, yang selama ini kekurangan ruang belajar.
Pemanfaatan: Manfaat Ganda bagi Masyarakat
Setelah pembangunan selesai, Gedung TPA yang baru langsung dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengaji anak-anak desa. Para santri dan ustaz merasa lebih nyaman karena ruangan yang lebih luas dan ventilasi yang baik. Dengan tambahan lokal baru ini, kegiatan belajar dapat dilakukan dengan lebih efektif dan tertata.Selain itu, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap perekonomian warga. Para pekerja yang terlibat dalam proses pembangunan mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil kerja mereka. Dengan demikian, pembangunan ini tidak hanya meningkatkan fasilitas pendidikan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
Sambutan Kepala Desa Nusakerta
Kepala Desa Nusakerta, Joni, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Kami sangat bersyukur atas terlaksananya pembangunan Gedung TPA ini. Kegiatan ini bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. Dana Desa kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa ke depan, Pemerintah Desa Nusakerta akan terus berkomitmen untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan serta memberdayakan masyarakat melalui berbagai program pembangunan yang berkelanjutan.
Penutup
Pembangunan Gedung TPA Desa Nusakerta merupakan contoh praktik baik pemanfaatan Dana Desa yang berhasil menggabungkan antara peningkatan fasilitas publik dan pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, Desa Nusakerta terus melangkah menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan nilai-nilai religius dan gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat desa.



.jpeg)

No comments:
Post a Comment